Selasa, 21 April 2015

IBU ku KARTINI ku

Hujanpun turun ke bumi yang lalu memaksaku menepikan sepeda motorku dan aku pun berteduh dipinggiran jalan untuk beberapa saat, tak lama setelahnya hujanpun reda dan segera kupacu sepeda motorku tuk singgah di rumah orang tuaku yang tak jauh dari Kantor Pos Kota Baubau.
Tak ada yang istimewa didalam rumah yang membentuk huruf L, terdapat 6 kamar, 1 kamar ruang tamu serta ruang kluarga tempat kami sering berkumpul.
Kuberi salam dan kudapati ibuku yang dengan seksama memotong daun bayam yang dibelinya di Pasar Wameo guna menjadi pelengkap hidangan makan siang hari ini.

Sosok ibuku adalah salah satu ibu yang sabar, yang dengan ikhlas dan tekun mendidik dan merawat saya bersama 10 orang saudaraku hingga semua dewasa dan bahkan hingga kami mendapatkan pekerjaan. Kamipun sadar bahwa pengorbanan seorang ibu begitu sangat besar, pengorbanan yang penuh dedikasi senantiasa diberikan buat kami.
Sosok ibu sangat kami harapkan untuk slalu hadir dalam ruang dimensi kehidupan kami anak-anaknya.
Ibu slalu hadir bukan hanya disaat kami butuh nasehat, Ibu slalu hadir disaat kamipun tak sadari bahwa tak ada batas bagi seorang ibu untuk bisa hadir dalam tiap detik kehidupan seorang anak yang kehadiran seorang ibu senantiasa dirindu.

"Goresan kecil untuk sosok ibu yang tak tergantikan"
Di penghujung hari jadiku, 21 April 2015.