Minggu, 02 April 2023

Rotasi Pegawai Ala Moni


 Rotasi Pegawai Ala Moni


Menyikapi upaya geliat pembangunan yang terus dilakukan oleh Walikota Baubau Laode Ahmad Monianse di tahun terakhir kepemimpinannya, yang salah satu upayanya adalah kembali melakukan penyegaran didalam tubuh birokrasi Kota Baubau yang dipimpinnya.


Mencermati hal itu, Mamnun Laidu selalu Pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Kota Baubau memberi pandangan bahwa ada beberapa alasan mengapa penyegaran dalam birokrasi diperlukan, di antaranya bahwa tuntutan dinamika zaman yang terus berkembang membuat birokrasi harus mampu beradaptasi dengan cepat.


Sebagai wujud nyata penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Dimana, Pasal 11 PP 11/2017 menyatakan bahwa PNS diangkat dan ditempatkan sesuai dengan kualifikasi, kemampuan, dan kompetensi yang dibutuhkan dalam jabatan yang akan diemban.


Juga sesuai Pasal 6 Keputusan Menteri PAN RB Nomor 18 Tahun 2021 menyatakan bahwa pembinaan karir PNS dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kebutuhan jabatan, serta kemampuan, kualifikasi, dan potensi PNS.


Job fit menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam pembinaan karir. Dan dapat yang terutama hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, tepatnya pada Pasal 4 ayat (1) UU ASN menyatakan bahwa pengadaan, pengembangan, dan pemberhentian ASN dilakukan berdasarkan prinsip merit, objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan non diskriminasi. Dalam hal ini, job fit menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan.


Maka, upaya penyegaran dalam tubuh birokrasi penting adanya untu dilakukan yang salah satunya dalam pengembangan teknologi informasi, agar birokrasi tetap efektif dan efisien. Disisi lain, untuk memperbaiki kualitas layanan publik dan yang terpenting adalah upaya merealisasikan visi misi Walikota & Wakil Walikota Baubau Periode 2018-2023.


Wakil Ketua III Bidang Politik, Hukum,  Hak Asasi Manusia & Advokasi KAHMI Kota Baubau ini berpandangan bahwa Penyegaran dalam birokrasi juga diperlukan untuk memperbaiki kualitas layanan publik. Dengan melakukan penyegaran, birokrasi dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan terhadap masyarakat.


Penyegaran didalam tubuh birokrasi juga dapat menyelesaikan masalah korupsi yang ada di dalam birokrasi. Dengan membuka sistem rekrutmen dan promosi yang lebih transparan dan berdasarkan kekompetensian dan job fit, birokrasi akan diisi oleh orang-orang yang memiliki komitmen dan kompetensi yang sesuai.


Hal lain, dengan dilakukannya penyegaran didalam tubuh birokrasi maka akan ikut mendorong inovasi dan kreativitas. Penyegaran juga menjadi alat untuk mendorong inovasi dan kreativitas dalam birokrasi.


Dengan membuka kesempatan untuk generasi muda untuk masuk ke dalam birokrasi, maka terbuka kesempatan untuk membawa gagasan inovatif dengan aplikasi teknologi yang canggih. Dan, terakhir, melalui penyegaran didalam tubuh birokrasi maka akan memperbaiki kesejahteraan pegawai. 


Sejumlah kasus menunjukkan bahwa kesejahteraan dan penghargaan terhadap pegawai di birokrasi masih kurang. Kondisi inilah yang diharapkan bisa diubah melalui penyegaran. Birokrasi yang lebih baik dan modern berpotensi membawa kesejahteraan yang lebih baik juga bagi para pegawainya.


Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Kota Baubau ini berkesimpulan bahwa penyegaran dalam birokrasi sangat diperlukan agar birokrasi dapat lebih efektif dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat dan dapat memperbaiki kesejahteraan pegawainya serta untuk meningkatkan profesi dan profesionalisme kepegawaiannya.


Untuk hal dimaksud diatas, maka Walikota Baubau telah tepat melakukan Job Fit (kesesuaian pekerjaan) pada birokrasi Kota Baubau beberapa waktu lalu. Hal itu dikandung maksud adalah untuk memastikan bahwa pegawai yang dipilih untuk sebuah posisi memiliki keterampilan, pengetahuan, dan kecocokan pribadi yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas yang dibutuhkan dalam pekerjaan tersebut.


Beberapa manfaat dari Job Fit adalah kinerja pegawai akan lebih baik. Jika seorang pegawai memiliki fit pada pekerjaannya, maka mereka cenderung memberikan kinerja yang lebih baik karena memiliki keterampilan dan motivasi yang diperlukan untuk tugas-tugas tersebut. Kedua, pegawai kan lebih bahagia.


Pegawai yang merasa memiliki fit pada pekerjaan mereka akan lebih bahagia dalam pekerjaan mereka karena mereka merasa dihargai dan dipercaya oleh pimpinan. Selanjutnya, melalui job fit, hasilnya akan meningkatan retensi pegawai. 


Rotasi ala Moni akan menjadikan pegawai yang memiliki fit pada jabatan yang mereka emban, cenderung bertahan lebih lama dalam pekerjaan mereka karena mereka merasa puas dengan pekerjaan mereka.


Rotasi ala Moni melalui job fit akan membuat suatu pekerjaan yang sesuai, birokrasi dapat memperbaiki budaya di pemerintahan secara keseluruhan dan menciptakan lingkungan di mana pegawai merasa dihargai dan dapat berkembang.


Terakhir, mantan Ketua KNPI Kota Baubau ini seraya mengajak semua elemen masyarakat Kota Baubau untuk ikut mendukung upaya positif yang dilakukan Pemerintah Kota Baubau 'Rotasi ala Moni' serta semoga ikhtiar yang dilakukan itu dapat menjadikan kinerja aparatur Pemerintah Kota Baubau lebih baik lagi untuk laju tumbuh kembangnya daerah dan masyarakat Kota Baubau.

Rabu, 01 Januari 2020

SATU NAPAS UNTUK KEPTON


    Ket. Gambar : Ketua KNPI Baubau Bung Darmawan Hibali Membuka Acara

Membincang tentang lahirnya Provinsi baru pemekaran dari Provinsi Sulawesi Tenggara selalu menarik walau terkadang juga ada rasa jenuh karena ketidakpastian lahirnya provinsi baru tersebut.

Terlepas dari upaya juang tersebut,  semangat pemekaran terus disemai oleh seluruh elemen lapisan masyarakat tak terkecuali pemuda. Terkini,  dipenghujung tahun 2019 ini  tepatnya pada Selasa, 30 Desember bertempat di Aula Metro Resto Baubau, kelompok anak muda yang tergabung didalam Komite Nasional Pemuda Indonesia Kota Baubau kembali menggelar 'Koja-Koja Akhir Tahun' dengan tema "Semua Bisa Bicara Tentang Kepton.

Bahwa setiap waktu liburan yang memungkinkan terjadinya peningkatan intensitas sosial kemasyarakatan semisal libur Natal dan Tahun Baru, DPD KNPI KOTA BAUBAU selalu membuat kgtn semisal Koja-Koja Akhir Tahun. Itu mjd agenda rutin KNPI BAUBAU. Hal itu dikandung maksud karena pemuda sadar diri bahwa menjaga spirit agenda besar KNPI Baubau yakni perjuangan pembentukan provinsi Kepton, menjadi wadah silaturahmi lintas generasi, menjadi ruang aspirasi elemen kepemudaan pada stakeholder terkait, sebagai wujud pelaksanaan agenda program kerja Pengurus DPD KNPI Baubau, upaya menguatkan budaya literasi, mengisi ruang-ruang libur dgengan hal positif melalui budaya diskusi, serta membuka ruang aktualisasi bagi generasi muda dalam penyiapan leader change kedepan.

Disadari bahwa UU 40 Thn 2009 Ttng Kepemudaan menerangkan bahwa Pemuda adalah WNI yang memasuki periode  penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai  30 (tiga puluh) tahun". Disisi lain bahwa Pembangunan daerah merupakan usaha yang yang dilakukan oleh manusia, baik umum, pemerintah, swasta, maupun kelompok masyarakat lainnya untuk menghadapi keterkaitan dan ketergantungan aspek fisik, lingkungan dan sosial ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah untuk berkelanjutan. 

Pada point memberdayakan dan mengsejahterakan masyarakat sebagaimana kandungan pasal 1 angka 5 UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah itulah menjadi alasan fundamental wilayah Kepulauan di Provinsi Sulawesi Tenggara ingin membentuk sebuah provinsi baru. 

Kita tak cukup berjuang dgn kata-kata tetapi lebih dari itu kita harus bisa berjuang lebih nyata agar upaya menjadi fakta. Bahwa yang pasti,  kita harus memberi apresiasi kepada setiap elemen masyarakat yang berdo'a dan berikhtiar guna terwujudnya provinsi baru pemekaran dari Provinsi Sulawesi Tenggara termaksud giat-giat diskusi nan produktif yang dilakukan oleh generasi muda.

Disisi lain bahwa perlu dimaksimalkan kerja-kerja politik tanpa menafikkan hasil kerja-kerja administratif oleh Sekber Kepton; Perlu upaya serius oleh Pemerintah Provinsi Sultra dibantu oleh Pemerintah cakupan Kepton utk sinkronisasi dan koordinasi teknis nan administratif sebagaimana kehendak regulasi; Perlu partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, tak sekedar kata-kata namun lebih pada upaya nyata agar ikhtiar menjadi nyata; Pemuda diharapkan terus menjaga spirit juang pemekaran juga diharap bisa menjadi spiral People Power yang akan dibutuhkan kelak bila harus mendesak tanpa harus membajak; Membangun narasi argumentatif yang produktif; Dimaksimalkannya Vox Populi di media sosial dalam bentuk video guna memperkaya informasi kenapa Kepton harus terbentuk. 

Pada akhirnya,  Anak Muda harus tetap ikut Bersuara Dengan semangat Satu Napas Untuk Kepton Agar Kepton Tetap Terbentuk. Namun kita tetap bijak walau tak menutup kemungkinan kita untuk kita membajak .

Kita tak ingin mereduksi semangat, gelora juang pemerintah, pemuda dan masyarakat yg inginkan terbentuknya Provinsi Kepulauan Buton namun mestinya kita Satu Pikiran, Satu Gerakan, Satu Napas Untuk Kepton.

#SatuNapasUntukKepton
#AnakMudaBersuara

Selasa, 21 April 2015

IBU ku KARTINI ku

Hujanpun turun ke bumi yang lalu memaksaku menepikan sepeda motorku dan aku pun berteduh dipinggiran jalan untuk beberapa saat, tak lama setelahnya hujanpun reda dan segera kupacu sepeda motorku tuk singgah di rumah orang tuaku yang tak jauh dari Kantor Pos Kota Baubau.
Tak ada yang istimewa didalam rumah yang membentuk huruf L, terdapat 6 kamar, 1 kamar ruang tamu serta ruang kluarga tempat kami sering berkumpul.
Kuberi salam dan kudapati ibuku yang dengan seksama memotong daun bayam yang dibelinya di Pasar Wameo guna menjadi pelengkap hidangan makan siang hari ini.

Sosok ibuku adalah salah satu ibu yang sabar, yang dengan ikhlas dan tekun mendidik dan merawat saya bersama 10 orang saudaraku hingga semua dewasa dan bahkan hingga kami mendapatkan pekerjaan. Kamipun sadar bahwa pengorbanan seorang ibu begitu sangat besar, pengorbanan yang penuh dedikasi senantiasa diberikan buat kami.
Sosok ibu sangat kami harapkan untuk slalu hadir dalam ruang dimensi kehidupan kami anak-anaknya.
Ibu slalu hadir bukan hanya disaat kami butuh nasehat, Ibu slalu hadir disaat kamipun tak sadari bahwa tak ada batas bagi seorang ibu untuk bisa hadir dalam tiap detik kehidupan seorang anak yang kehadiran seorang ibu senantiasa dirindu.

"Goresan kecil untuk sosok ibu yang tak tergantikan"
Di penghujung hari jadiku, 21 April 2015.

Senin, 28 Maret 2011

Waktu Itu...


Waktu itu…
Sejuk embun pagi merembes ke ubun-ubun, teteskan air kedamaian, berikan kasih sayang, ketenangan, dan kebahagiaan kepada orang iman. Matahari terbit di ufuk timur, terangi afak yang tak henti-henti berpikir, membaca zikir yang menggetarkan.
Wolio menyimpan cerita, Bau-Bau bersaksi, tepatnya hari kamis, 21 april 1980. Engkau memulai mengukir hidup, melukis kisah, merendah sejarah, menyulam hikayat, dan menyusun riwayat.
Waktu itu…
Alam kepakkan sayap takdir, langit diam seribu bahasa, bumi berdiri meniti merenung seperti gunung menerima gurat dari Yang Maha Agung. Dunia menyimpan kodrat illahi Rabbi, iradat bersatu pada lahirnya insan suci. Putih bersih, bening, hening, bersatu pada tangis yang disambut suka cita Ayah dan Ibu. Telapak tangan Ayah dan Ibu, bergantian mengelusmu, keluarkan bahasa sayang yang teramat sangat, “ Mamnun Laidu” engkau diberi nama.
Sekarang…
Detik pergi, menit meniti, jam berjalan, bulan berganti, tahun beruyun-uyun. Tak terasa,     30 tahun sudah telah berlalu, engkau hidup di dunia ini, menjalankan arti hidup dan kehidupan. Mari sibakkan hati, telah sampai dimana perjalananmu? Lebih mendekat kepada-Nya atau tambah menjauh? Mari, kita pasrahkan pada ikhtiar dan do’a.
Hari ini…
Angin lembut berhembus, menggoyangkan ranting pepohonan, melambai, membangunkan sanubari yang suci. Indahnya mengikat hati, menuntun hatiku memberikan kata “Selamat Ulang Tahun” untukmu. Dengarkan do’aku yang ditulis dilembaran hati dan dibacakan di sepanjang harapan. Tuh di sana, di ujung sepi, pada tetes air wudhu dan sajadah kasih sayang, waktu sendiri merambah tanah hitam asal kehidupan kita semua.
Dengarkan oleh hatimu yang tulus, Amin.

Rimba Petaka

Kita dulu memang mencintai Indonesia
pendahulu kita berjuang dengan gagah berani
yang merelakan harta dan nyawa untuk meraih kata’merdeka’
namun apa yang kita buat kini pada negri?

lalu muncullah sekumpulan orang itu,
yang mula-mula sembunyi di balik toleransi antar ummat
tanpa ragu memegang senjata tuk berbuat jahat
dan menghujamkannya ditubuh saudara sendiri

kita tidak sedang membangun surga dengan rimba
lalu ada buah-buahan yang menyelamatkan
dan mengirimkan kita ke bumi yang kosong
dan kita mulai bisa menggarap hidup

rupanya kita menimbun diri sendiri di rimbun
suara-suara yang hutan itu—yang kuat


‘HANYA ORANG BODOH YANG BERTANYA SEPERTI ITU’


Dalam kehidupan kita sehari-hari terselimuti oleh berbagai masalah dalam aktivitasnya dan masalah tersebut tentu harus dicarikan solusinya, namun solusi atas masalah tersebut tidak serta-merta datang dengan sendirinya namun menggunakan ilmu pengetahuan dan pengetahuan itu salah satunya didapat dengan cara menempuh jenjang pendidikan tertentu.
Pendidikan yang sempurna ialah membangkitkan sifat-sifat diri kita sendiri yang terbaik karena pendidikan intelek yang sejati, hanya dapat dicapai dengan latihan dan pendidikan yang wajar berkenaan dengan anggota-anggota tubuh manusia, misalnya : tangan, kaki, mata, telinga, hidung, dan sebagainya.
Yang saya maksudkan dengan pendidikan ialah menampilkan sifat-sifat terbaik secara menyeluruh yang ada dalam kepribadian seorang manusia namun apabila ada seseorang yang masih menempuh ilmu atau jenjang pendidikan maka orang tersebut tentu mempunyai pengetahuan yang kurang atau bisa dikatakan bodoh dan hal itu lumrah.
Salah seorang dosen saya pernah berkata bahwa setiap orang mempunyai kekurangan makanya ia bertanya akan apa yang tak diketahuinya namun penghormatan kita pada orang tersebut tidaklah boleh berkurang apalagi sampai mencemohnya karena kita harus sadari pula bahwa bisa jadi orang tersebut mempunyai suatu kelebihan hanya saja kita tidak tahu ataupun belum mengetahui apa kelebihan dari orang yang kita cemoh tersebut.
Pernyataan dari seorang dosen tersebut sangatlah bijak yang walaupun dosen tersebut merupakan salah seorang pejabat negara pada salah satu kota yang ada di Jawa Tengah dengan gaji yang lebih dari cukup dan jenjang pendidikan Doktor namun penghargaannya pada mahasiswanya tidak berkurang sebagaimana ia memperlakukan manusia lainnya dalam aktivitas kesehariannya.
Karena dalam proses pendidikan seperti didalam ruang kelas dan kemudian ada seseorang yang bertanya karena ketidaktahuannya maka hal itu merupakan hal yang lumrah, apalagi sebenarnya apa yang ditanyakan tersebut ingin ditanyakan oleh kawan-kawan lainnya namun karena kemunafikan dari kawan-kawannya yang mungkin tak bertanya ataupun tidak mau dicemoh oleh kawan-kawan lainnya karena asumsi mereka bahwa ‘yang bertanya seperti itu hanya orang bodoh’ urung ia tanyakan.
Kita harus mengakui segala keterbatasan kita namun kita tidak boleh takut untuk menanyakan sesuatu yang belum atau tidak kita mengerti walaupun mungkin akan dicemoh orang manusia-manusia munafik yang ada di sekeliling kita.
Sesungguhnya sifat munafik itu tidaklah baik dan lebih buruk dari asumsi ‘hanya orang bodoh yang bertanya seperti itu’ karena bertanya akan apa yang tak kita ketahui adala bagian dari upaya pencarian ilmu.
Dengan tegas saya pribadi nyatakan bahwa saya tidak memusuhi orang yang mengatakan orang lain bodoh karena setiap manusia berhak untuk menyatakan pendapatnya tetapi dalam menyampaikan pendapat atau pernyataan sebisanya untuk menunjukkan kearifan yang tepat sehingga orang lain juga akan berusaha untuk menghormati kita.
Akhir kata dari tulisan singkat ini bahwa semoga kita lebih bijak dan arif dalam menyikapi segala hal.





‘LEBIH BIJAK DAN ARIF DALAM MENYIKAPI MASALAH’

Antara tubuh dan budi terdapat hubungan yang sangat erat, dan jika salah satunya terganggu maka keseluruhan sistemnya akan rusak. Karena itu, jelaslah bahwa akhlak yang mulia merupakan syarat bagi kesehatan dalam arti yang sebenarnya. Maka, dapatlah ditegaskan bahwa pikiran dan nafsu jahat merupakan berbagai bentuk penyakit.
Segala nafsu dan kegairahan lainnya hanya akan dapat dikendalikan bila kita berhasil mengendalikan selera kita, saya sungguh berhasrat, bahkan berhajat untuk membuktikan bahwa saya tidak boleh menulis secara congkak. Saya tidak boleh menulis semata-mata dengan maksud membangkitkan nafsu apalagi terdorong untuk menggunakan ungkapan-ungkapan yang terdorong oleh kemarahan untuk menggunkan kata-kata yang kejam. Sungguh suatu cobaan yang berat sekaligus suatu latihan yang bagus untuk menghapuskan dan mengganti perkataan-perkataan itu sekaligus memungkinkan saya untuk mawas diri sehingga saya menyadari beraneka kelemahan sendiri.
Kemudian, apabila ini dapat disetujui secara bersama maka barulah kearifan itu timbul dengan sendirinya.

Dari pengalaman yang pahit, saya telah memperoleh pelajaran yang sangat mulia, yaitu untuk mengendalikan rasa amarah saya, dan bagaimana panas hati yang terpendam akan beralih menjadi kekuatan.
Kita tidak patut mengorek-ngorek kesalahan orang lain lalu   

Kamis, 24 Februari 2011

Pentingnya Pemeliharaan Aset

Kebutuhan akan bangunan gedung untuk berbagai aktifitas semakin meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini merupakan salah satu indikator bahwa roda perekonomian berputar sejalan dengan meningkatnya berbagai aktifitas manusia dalam melaksanakan transaksi bisnis. Dari tahun ke tahun selalu bermunculan bangunan baru dan layaknya sebuah bangunan yang dihuni setiap waktu kenyamanan bagi penghuninya merupakan persyaratan yang harus dipenuhi selama bangunan difungsikan sehingga aspek pemeliharaan menjadi salah satu prioritas yang memerlukan perhatian. 

Pemeliharaan bangunan secara konsisten sudah menjadi persyaratan yang harus dipenuhi, utamanya bagi bangunan yang difungsikan untuk kepentingan publik ataupun komersial. Program pemeliharaan sebuah bangunan gedung hendaknya dipikirkan sejak proses perancangan bangunan tersebut dilaksanakan dan kemudian dijadikan salah satu aspek pertimbangan dalam merencanakan bangunan secara detil. Secara rasional tingkat kemudahan pemeliharaan sebuah bangunan secara signifikan akan mempengaruhi besarnya biaya pemeliharaan setiap tahunnya.

          Aktivitas pemeliharaan bangunan tidak sekedar merupakan kegiatan merawat bangunan secara fisik saja melainkan merupakan kegiatan yang mencakup aspek teknis maupun administratif dalam mempertahankan dan memulihkan fungsi bangunan sebagaimana mestinya. 

Tujuan dari sebuah program pemeliharaan yang baik adalah menjaga fasilitas dan perlengkapan dalam pemeliharaan yang baik dan pada kondisi operasional yang semestinya. 

          Pemerintah melalui Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 332/KPTS/M/2002 menegaskan bahwa pemeliharaan bangunan adalah usaha mempertahankan kondisi bangunan agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya atau dalam usaha meningkatkan wujud bangunan, serta menjaga terhadap pengaruh yang merusak. Pemeliharaan bangunan merupakan upaya untuk menghindari kerusakan komponen/elemen bangunan akibat keusangan/kelusuhan sebelum umurnya berakhir.
           
Hal ini sejalan dengan semangat dari pelaksanaan otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 yang memberikan kesempatan yang luas bagi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki. Setiap potensi sumber daya yang ada harus mampu memberikan manfaat bagi kegiatan pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah daerah dituntut harus mampu mengelola sumber-sumber potensial yang ada sebagai aset yang dapat dikembangkan secara optimal dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan pemerintahan dan pembangunan.

Kewenangan yang dimiliki pemerintah daerah yang diamanatkan dalam Undang-Undang tersebut, dimaksudkan agar daerah memiliki kemandirian dalam mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan pembangunan daerahnya. Termaksud di dalamnya adalah pengelolaan dan pemanfaatn aset yang dimiliki daerah sehingga aset tersebut tidak hanya menjadi beban bagi pemerintah daerah karena biaya pemeliharaan yang tinggi, tetapi seharusnya dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan daerah.

Aset secara esensial, merupakan refleksi neraca dari keputusan investasi di masa lalu. Sekali keputusan ini dibuat, organisasi yang dalam hal ini Pemerintah Kota Baubau tidak hanya harus memanfaatkan aset ini tetapi juga memelihara dan menentukan kapan untuk melakukan reinvestasi dan divestasi, sementara itu secara bersamaan harus menjalankan bisnis, operasional, hukum, pajak, peraturan, keamanan, keselamatan, kesehatan dan resiko lingkungan atas kepemilikan dan pengoperasian aset tersebut.
Secara umum pemeliharaan bangunan gedung adalah kegiatan menjaga keandalan bangunan gedung beserta prasarana dan sarananya agar bangunan gedung selalu layak fungsi. Perawatan bangunan gedung adalah kegiatan memperbaiki dan/atau mengganti bagian bangunan gedung, komponen, bahan bangunan, dan/atau prasarana dan sarana agar bangunan gedung tetap layak fungsi.
 
Inventarisasi dan revaluasi barang milik negara merupakan bagian tak terpisahkan dari proses manajemen aset negara itu sendiri, seperti disebutkan dalam PP No.6 tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, dimana pengelolaan barang milik negara itu meliputi :
(1)   perencanaan kebutuhan dan penganggaran,
(2)   pengadaan,
(3)   penggunaan,
(4)   pemanfaatan,
(5)   pengamanan dan pemeliharaan,
(6)   penilaian,
(7)   penghapusan,
(8)   pemindahtanganan,
(9)   penatausahaan,
(10) pembinaan, pengawasan, dan pengendalian.