Kita dulu memang mencintai Indonesia
pendahulu kita berjuang dengan gagah berani
yang merelakan harta dan nyawa untuk meraih kata’merdeka’
namun apa yang kita buat kini pada negri?
lalu muncullah sekumpulan orang itu,
yang mula-mula sembunyi di balik toleransi antar ummat
tanpa ragu memegang senjata tuk berbuat jahat
dan menghujamkannya ditubuh saudara sendiri
kita tidak sedang membangun surga dengan rimba
lalu ada buah-buahan yang menyelamatkan
dan mengirimkan kita ke bumi yang kosong
dan kita mulai bisa menggarap hidup
rupanya kita menimbun diri sendiri di rimbun
suara-suara yang hutan itu—yang kuat
pendahulu kita berjuang dengan gagah berani
yang merelakan harta dan nyawa untuk meraih kata’merdeka’
namun apa yang kita buat kini pada negri?
lalu muncullah sekumpulan orang itu,
yang mula-mula sembunyi di balik toleransi antar ummat
tanpa ragu memegang senjata tuk berbuat jahat
dan menghujamkannya ditubuh saudara sendiri
kita tidak sedang membangun surga dengan rimba
lalu ada buah-buahan yang menyelamatkan
dan mengirimkan kita ke bumi yang kosong
dan kita mulai bisa menggarap hidup
rupanya kita menimbun diri sendiri di rimbun
suara-suara yang hutan itu—yang kuat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar